Oleh: andi | Januari 30, 2008

Gaple

Pernah bermain gaple?
Selama beberapa tahun ini, saya keranjingan main gaple. Biasanya di Warung SK. Kalau Anda menuju Depok melalui Kampus IISIP, Anda bisa melewati warung itu. Lokasinya disebelah kanan jalan setelah pintu perlintasan kereta api. Biasanya kami mulai bermain pukul 20.00 tapi belakangan ini permainan dimulai pukul 21.00 atau 22.00 sampai sekitar pukul 02.00 dinihari. Bahkan diwaktu-waktu tertentu bisa sampai menjelang subuh.

Yang bermain tentu saja teman2 saya. Permainan dilakukan secara berpasangan tanpa memandang jenis kelamin. Setiap pasangan mempunyai nama yang unik. Seperti pasangan B&B, Faena, Badman, Well Hung, Sir William From Sallesburry, PSAB, The Legend, AE, Preman, etc…yang disesuaikan berdasarkan kesepakatan tiap pasangan.

Dan tahukah Anda…dari permainan ini saya jadi bisa membaca karakter seseorang. Yup, ingat permainan ini kan berpasangan. Jadi setiap pasangan harus bisa saling kerjasama. Terkadang harus mengalah demi kelancaran permainan pasangan kita agar bisa masuk dan memenangkan pertandingan. Setiap pemain harus bisa “membaca” kartu pasangan dan lawannya.

Ini sangat penting agar pemain bisa melakukan manuver-manuver untuk menang. Kadang untuk menang tidak harus menghabiskan kartu. Cukup dengan membiarkan lawan membuat kesalahan misalnya saja lawan menggaple kita tapi angka yang kita miliki lebih kecil dibanding angka lawan. Itu berarti menang. Yang paling menyenangkan jika kita bisa memasukan balak 6 dan menyambung antara kartu kiri dan kanan. Kami menyebutknya “Kirkuk” (kiri kanan masuk). Kalau sudah begitu pemenangnya mendapatkan point mutlak, 200.

Permainan ini membuat saya paham karakter lawan dan pasangan saya. Meski itu bukan menjadi ukuran mutlak untuk menilai seseorang, tapi saya bisa tahu bagaimana kondisi seseorang saat dihadapkan pada hal-hal yang sangat krusial. Menghadapi tekanan, baik dari lawan maupun pasangan mainnya. Persoalannya, kadang saya sering gagal membaca permainan lawan dan pasangan saya sehingga sering kalah telak. Entah mengapa begitu. Tapi kadang, jika bermain tanpa beban atau tidak terlalu dipikirkan menang atau kalah, saya sering mendapatkan kemenangan mutlak. Mmm…aneh ya.

Wah…bermain gaple di warung itu memang unik dan menyenangkan. Meski akhir2 ini kami tidak setiap hari bermain. Mungkin karena kesibukan ditambah beberapa personel gaple sudah berkeluarga sehingga akses untuk bermain sangat terbatas. Tapi kalau “libido” gaple sudah mencapai ubun-ubun, beberapa diantara kami pasti akan mencari cara supaya bisa menyelinap keluar rumah dan bermain gaple meski resikonya bakal dicuekin sang istri. Hehehe…

Life is like a domino. We know the number, but we dont know what happen next…


Beri tanggapan

Your response:

Kategori