Alhamdulillah…
Sekarang putriku sudah bisa berjalan. Hari minggu (25/05) dia sudah bisa berjalan tanpa dituntun. Padahal hari sebelumnya, jalannya masih dituntun dan seruntulan, sekarang tidak lagi meski jalannya masih suka asal. Hehehe…
Putriku, pintu dunia sudah terbuka untukmu. Melangkahlah dengan hati-hati. Tetap tersenyum seperti biasanya. Jangan mengumbar amarah. Jadilah dirimu sendiri; apa adanya. Jangan kau bebani hidupmu dengan tingkah pola kepalsuan. Aku, Ayahmu, akan ada disampingmu senantiasa. Maaf jika aku mungkin tidak sesempurna yang kau bayangkan. Tapi percayalah, aku dan Bundamu akan selalu memberikan yang terbaik untukmu.
Putriku, jalan didepan sana bukan jalan yang mudah. Penuh onak dan duri yang siap melukai kaki kecilmu. Tapi jangan takut. Majulah…Majulah dengan menyebut Asma Allah. Ayah dan Bunda akan membimbingmu.
Putriku, langkah kecilmu adalah inspirasi bagi Ayah dan Bunda. Maka melangkahlah dengan penuh semangat, niat baik dan kerja keras.
Putriku, kalau kau terjatuh, jangan menangis. Bangkitlah. Singkirkan debu yang ada ditangan dan kakimu dengan baik. Lalu melangkah lagi dengan perhitungan. Ayah tidak akan mengajarkanmu menjadi cengeng. Jadi maafkan Ayah sebelumnya jika suara Ayah terdengar keras ditelingamu.
Putriku, tahukah engkau apa yang Ayah inginkan sekarang? Ayah ingin mendengarkan celetukan pertamamu tentang diri Ayah yang tidak sempurna ini. Ya, Ayah juga ingin mendengarkan suaramu, ceritamu dan nyanyianmu.
Putriku, Ayah dan Bunda akan mendampingimu meski jasad ini sudah tiada. Doa yang terbaik dari Ayah dan Bunda untukmu, Putri kecilku.
Karang Tengah, 270508